Perselisihan Hubungan Indisutrial

Posted: January 28, 2016 by Rere Harahap in Uncategorized

Dengan telah dituangkannya secara tertulis kepentingan-kepentingan pengusaha dengan pekerja/buruh di peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga para pihak mendapatkan jaminan kepastian hukum atas kepentingan tersebut. Lantas bagaimana jika kepentingan itu dilangggar oleh pihak lain? Misalnya, pekerja/buruh telah bekerja melebihi jam kerja normal, tetapi pengusaha secara sengaja tidak membayar upah kerja lembur yang sudah diperjanjikan atau pekerja/buruh berhenti bekerja padahal masih memiliki waktu kontrak yang masih berjalan. Maka pada saat itu suatu terjadi perselisihan hubungan industrial.

Pengertian Perselisihan Hubungan Industrial menurut UU No. 2 Tahun 2004 adalah perbedaan pendapat yang mengakibatkan pertentangan antara pengusaha atau gabungan pengusaha dengan pekerja/ buruh atau serikat pekerja/serikat buruh karena adanya perselisihan mengenai hak, perselisihan kepentingan, perselisihan pemutusan hubungan kerja dan perselisihan antar serikat pekerja/serikat buruh dalam satu perusahaan.

 

JENIS-JENIS PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL

  1. Perselisihan Hak

Perselisihan yang timbul karena tidak dipenuhinya hak, akibat adanya perbedaan pelaksanaan atau penafsiran terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Contoh:

  • Upah lembur tidak dibayar
  • Tidak memperoleh waktu istirahat dan cuti sesuai
  • Tidak mendapatkan¬† jaminan kesehatan
  • Dilarang mengikuti organisasi pekerja.buruh
  • Dilarang melakukan mogok kerja padahal sudah mengikuti prosedur
  • dll.

 

  1. Perselisihan Kepentingan

Perselisihan yang timbul dalam hubungan kerja karena tidak adanya kesesuaian pendapat mengenai pembuatan, dan atau perubahan syarat-syarat kerja yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, atau peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Contoh:

  • Perubahan jenis pekerjaan
  • Perubahan waktu kerja
  • Perubahan upah

 

  1. Perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja

perselisihan yang timbul karena tidak adanya kesesuaian pendapat mengenai pengakhiran hubungan kerja yang dilakukan oleh salah satu pihak.

Contoh:

  • pekerja/buruh berhalangan masuk kerja karena sakit menurut keterangan dokter selama waktu tidak melampaui 12 (dua belas) bulan secara terus-menerus;
  • pekerja/buruh berhalangan menjalankan pekerjaannya karena memenuhi kewajiban terhadap negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku;
  • pekerja/buruh menjalankan ibadah yang diperintahkan agamanya;
  • pekerja/buruh menikah;
  • pekerja/buruh perempuan hamil, melahirkan, gugur kandungan, atau menyusui bayinya;
  • pekerja/buruh mempunyai pertalian darah dan/atau ikatan perkawinan dengan pekerja/buruh lainnya di dalam satu perusahaan, kecuali telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahan, atau perjanjian kerja bersama;
  • pekerja/buruh mendirikan, menjadi anggota dan/atau pengurus serikat pekerja/serikat buruh, pekerja/buruh melakukan kegiatan serikat pekerja/serikat buruh di luar jam kerja, atau di dalam jam kerja atas kesepakatan pengusaha, atau berdasarkan ketentuan yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama;
  • pekerja/buruh yang mengadukan pengusaha kepada yang berwajib mengenai perbuatan pengusaha yang melakukan tindak pidana kejahatan;
  • karena perbedaan paham, agama, aliran politik, suku, warna kulit, golongan, jenis kelamin, kondisi fisik, atau status perkawinan;
  • pekerja/buruh dalam keadaan cacat tetap, sakit akibat kecelakaan kerja, atau sakit karena hubungan kerja yang menurut surat keterangan dokter yang jangka waktu penyembuhannya belum dapat dipastikan.

 

  1. Perselisihan antar serikat pekerja/serikat buruh.

perselisihan antara serikat pekerja/serikat buruh dengan serikat pekerja/serikat buruh lain hanya dalam satu perusahaan, karena tidak adanya persesuaian paham mengenai keanggotaan, pelaksanaan hak, dan kewajiban keserikatpekerjaan.

Contoh:

  • dualisme kepemimpinan serikat pekerja

Sumber: UU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s