This is how it’s started..

Posted: January 18, 2012 by lizziehh in Uncategorized

Kenapa Milih Fakultas Hukum?

Lulus SMU tidak pernah terpikir sama sekali untuk mengambil Fakultas Hukum, saya lebih memilih Fakultas Ekonomi. Ikut SPMB juga tidak ada dalam pilihan memilih alternatif  Fakultas Hukum. Singkat cerita saya tidak lulus ujian SPMB sehingga beralihlah ke Univ. Swasta. Nanum karena masih penasaran dengan SPMB saya putuskan untuk mengambil kuliah di Univ. Swasta dan mengambil FH, karena saya berpendapat toh ga rugi2 amat cuma kuliah 1 thn disini, kl lulus SPMB tahun depan saya tinggalkan saja. Masuk kuliah juga senin kamis, hanya Mata Kuliah yg menarik yg selalu saya ikuti selebihnya Titip Absen (TA). Nilai Ujian saya juga bagus walaupun jarang masuk. Saya berpikir, di rumah juga bisa baca kok, ngapain repot2 ke kampus yg dosennya rata2 text book. Tapi tetap Mata Kuliah inti tidak pernah saya lewatkan, dari situlah saya menemukan ketertarikan belajar Hukum, menarik dan menantang. Maklum darah muda bergejolak. Saya mendapat nilai A utk MK inti. Bahkan disaat ujian dari ratusan mahasiswa sayalah yang pertama kali berdiri untuk meninggalkan ruangan, soal sudah habis saya kerjakan dan saya merasa yakin. Itu kebanggan tersendiri di saat teman2 yg lain gelisah untuk mengisi lembaran ujian. Hasil ujian memuaskan IP 3, sekian. Teman2 lain merasa heran saya jarang datang tp nilai bagus terus, mereka berasumsi saya ada deking.

Terlalu PD jg ga baik loh.. Buktinya karena Ke PD an saya, saya makin malas untuk datang ke kampus, karena jalan pikiran saya seperti yg saya ceritakan di atas. Tanpa disadari saya ketinggalan informasi kalau pihak biro hukum memperketat aturannya. Nilai saya pun jelek, bukan karena tidak mampu bersaing, tapi karena tingkat presentase kehadiran saya buruk. Alhasil… Saya lebih banyak mengulang dan mengulang. Ga heran saya tamat dalam waktu 5,5 tahun. Bagian yg ini jangan di contoh.

Kalau ditanya mau jadi apa setelah lulus kuliah hukum? Saya selalu menjawab pengacara. Saya terinspirasi dengan pengacara2 hebat di novel2. Bagaimana mereka berargumen cerdas, menyusun strategi, dan gigih. Tetapi apa yg saya bayangkan berbeda dengan di novel2 yg saya baca, bagaimana tidak berbeda. Hukum acara di Indonesia saja tidak sama dengan negara Amerika atau Inggris. Walapun berbeda tetap harus diikuti berargumen cerdas, menyusun strategi, dan gigih.

Sampai suatu saat mimpi saya berubah, tidak jauh dari dunia hukum dan pengacara, yaitu Jaksa! Pengacara juga kan? Pengacara negara😉. Sangking antusias dan bersemangatnya saya mengikuti ujian kejaksaan dan gagal. Tapi saya tidak  menyerah, dalam hati akan kembali lagi mencoba tahun depan. Belajar? Harga mati. Setiap nonton berita yang menyangkut kejaksaan saya selalu sedih, kenapa saya gak lulus.. kenapa ga lulus..

Untuk ke dua kalinya saya ikut ujian kejaksaan, PD karena saya merasa mampu mengerjakan soal2nya… KUHP dan KUHAP seperti menyatu disaat itu. Hasilnya? GAGAL lagi. Kecewa tentu saja, nangis ga usah tanya. Apa yg terjadi setelah itu? Nyerah? Tak ada dalam kamusku saat itu malahan semakin semangat. Selama menunggu ujian masuk kejaksaan kerja dmn? Owwhhh… Saya sudah kepalang jatuh hati sama kejaksaan, pekerjaan apapun tak saya hiraukan. Cuma 1 yg di otak KEJAKSAAN. Dalam hati bertekad kl la ke 3 nya ga lulus jg saya akan mundur krn bukan rezeki disitu. Semua saya siapkan untuk tes ke 3 nya ini, otak dan uang tentunya untuk berjaga-jaga. Namun,  apa yang terjadi? Tetap saya tidak lulus. Sedih dan kecewa?? Maaf, sudah tidak lagi…. Malah saya bersyukur. Menyalahkan sistem? Ya… Itu pasti, tak dapat ditampik KKN masih budaya di Indonesia ini. Bukan mau menjelekkan atau mencari pembenaran karena saya juga tidak punya bukti untuk dihadirkan. Yang pasti di saat ujian jarak antara 1 peserta ke peserta lainnya hanya berjak 1 lengan saja, otomatis saya bisa melihat jawaban teman di samping. Dan saya melihat kalau dia baru mengerjakan setengah soal dengan waktu 10 menit lg ujian selesai. Itu artinya masih ada 50an soal lg yg harus dikerjakan. Pengumuman tiba. Saya gagal dan dia lulus. Alangkah lucunya kalau dia sampai lulus.

Jadi, kalau ditanya sekarang saya mau jadi apa? Cuma 1 kalimat yg bisa saya jawab. “Apa saja asal yg berhubungan dengan hukum.” Dan saya telah mengikuti pendidikan pelatihan profesi advokat dan merupakan calon advokat yg sedang menunggu diambil sumpahnya di Pengadilan Tinggi.. Back to basic ya… Jadi PENGACARA😉

Tak ada yang perlu disesali karena menghabiskan banyak waktu untuk lulus di kejaksaan… Ini bukan tentang pencapaian, tp ini tentang proses😉

Comments
  1. Mr WordPress says:

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s